Minggu, 16 Januari 2011

BAB V

MELAFALKAN KATA
DENGAN ARTIKULASI YANG TEPAT


RANGKUMAN

A. Bunyi dan Alat Ucap Manusia
     Artikulasi ialah bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Artikulasi dibedakan atas (1) bunyi vokal yaitu a, i, u, e, o, dan (2) bunyi konsonan yaitu bilabial, laringal, veral, labio dental, alpico interdental/dental, spiral, uvular, apikal.

B.  Melafalkan Kata secara Baku dan Membedakannya dari Lafal Daerah
Penulisan kata baku telah diatur dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Untuk penggunaan secara lisan, pelafalan harus sesuai dengan huruf yang membentuk kata tersebut dan tidak terpengaruh unsur lafal daerah.

C.  Pelafalan Kata SerapanKata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang diIndonesiakan. Penyerapan terjadi karena dua hal yaitu proses adaptasi dan proses asimilasi.


untuk mengunduh file klik disini

Sabtu, 15 Januari 2011

BAB IV

MEMAHAMI INFORMASI TERTULIS
DALAM BERBAGAI BENTUK TEKS

RANGKUMAN

A. Mengindentifikasi Sumber Informasi dengan Teknik membaca
    Cepat

Untuk mengetahui asal sebuah informasi, kita harus dapat mengidentifikasi sumber informasi tersebut, yaitu dengan menelusuri identitas sumber yang mengungkapkan informasi tersebut seperti siapa narasumbernya dan pada media mana informasi didapat. Semua itu dapat dilakukan dengan membaca cepat melalui teknik membaca memindai (scanning).

B. Mengindentifikasi Jenis Teks Tertulis
Kita dapat mengidentifikasi jenis teks tertulis melalui pemahaman isi bacaan serta ciri-ciri sebuah tulisan. Secara umum bentuk tulisan terbagi menjadi lima jenis, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.

C. Teknik Membuat Catatan
Agar bicara tidak terlupakan begitu saja, pembaca dapat membuat catatan khusus. Catatan harus disertai dengan pencantuman sumber bacaan. mencatat sumber bacaan dapat disusun dalam bentuk catatan kaki atau catatan perut.

D. Ciri Penanda Masalah, Gaya Tulisan, Fakta, Opini, Proses, dan
Hasil yang Terdapat dalam Teks Sebuah wacana dapat ditelaah dari segi gaya bahasa, permasalahan yang diungkapkan, fakta dan opini yang terdapat di dalamnya, serta kalimat yang menyatakan proses dan hasil.

E.Membaca Grafik, Tabel, dan Bentuk Informasi NonverbalUntuk membaca grafik, tabel, diagram, atau peta dapat dilakukan dengan cara a) membaca judul,
b) membaca informasi yang ada di atas, di bawah, atau disisinya, dan
c) membaca secara keseluruhan informasi yang disajikan dalam grafik tabel,
    atau diagram itu.

F.Membuat Simpulan
Simpulan adalah uraian padat yang berisi intisari atau saripati dari informasi sumbernya. Simpulan dapat disusun secara deduktif atau induktif.

untuk mengunduh file klik disini

BAB III

MEMBACA CEPAT UNTUK MEMAHAMI
INFORMASI TERTULIS 

RANGKUMAN
A. Membaca Cepat Pemahaman
Membaca cepat pemahaman adalah membaca dengan waktu yang
lebih cepat dari membaca normal,   namun tetap dapat memahami
isi bacaan sekurang-kurangnya 60 persen. Ukuran membaca cepat
pemula yaitu membaca dengan kecepatan 120 – 150 kpm ( kata per
menit ).
    
Rumus mengukur kecepatan membaca dengan ukuran satuan kata
per menit (kpm) ialah:
Jumlah kata yang dibaca
––––––––––––––––––––– X 60 = jumlah kpm (kata per menit)
Jumlah detik untuk membaca
  
B. Membaca Lanjutan dengan Sistem Membaca Layap (skimming) dan 
    Membaca Memindai (scanning)
Ada dua teknik membaca cepat yang dapat dilakukan untuk mengefisienkan waktu dan memberikan hasil yang efektif sesuai tujuan membaca, yaitu membaca dengan teknik layap (skimming) dan membaca dengan teknik memindai (scanning).

C. Teknik Membuat Catatan
Membuat catatan merupakan salah satu cara bagi pembaca dalam menyimpulkan bahan informasi dari sebuah sumber. Dengan membuat catatan pembaca dapat mengingat kembali informasi penting yang dibutuhkan. Untuk membuat catatan yang baik dan terarah, hal-hal yang perlu dicatat, yaitu mencatat kata-kata kunci, mencatat ide pokok setiap paragraf, mencatat data dan fakta, mencatat informasi yang dianggap menarik, atau pendapat penulis
tentang sesuatu.
D.     Teknik Menyusun Bagian
Untuk memahami sebuah karangan, kita dapat menggunakan teknik menyusun bagian, yaitu membedah karangan menjadi bagian-bagian yang merupakan unsur pembangunnya, seperti gagasan pokok, kalimat utama, dan kalimat penjelas. Penyusunan bagian tersebut dapat berbentuk skema atau pemaparan.
   
E.      Menafsirkan Kata, Bentuk Kata, dan Ungkapan Idiomatik
Untuk menafsirkan kata, bentuk kata, dan ungkapan idiomatik dalam sebuah wacana dapat menggunakan kamus. Di dalam kamus, khususnya kamus bahasa Indonesia selain dijelaskan pengertian kata, diuraikan juga bentukkan kata, kelas kata, serta ungkapan idiomatik kata bersangkutan jika ada.


untuk mengunduh file klik disini

BAB II

MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI INFORMASI LISAN DALAM KONTEKS BERMASYARAKAT
RANGKUMAN

A. Memahami Sumber Informasi

     Sumber Informasi ialah informasi yang dapat diperoleh melalui
     berbagai sumber dalam bentuk lisan maupun tulis.


B. Jenis Sifat Informasi

     Sifat informasi dibedakan menjadi tiga, yaitu:

     1. Informasi bersifat faktual
     2. Informasi bersifat opini atau konsep
     3. Informasi bersifat pemberian


C. Ragam Bahasa

     Ragam bahasa terjadi karena dua hal, yaitu:
     1. Hal yang berhubungan dengan penutur , dibedakan atas empat hal:
         a. berdasarkan latar belakang daerah penutur.
         b. berdasarkan latar belakang pendidikan penutur.
         c. berdasarkan situasi pemakaian, sikap dan hubungan sosial penuturnya, 
             timbul ragam formal, semi formal, dan nonformal.
         d. berdasarkan persoalan. ruang lingkup pemakaian dan pokok

    2. Berdasarkan penggunaan sarana atau media.


D. Memahami Penanda Uraian Proses dan Hasil

Uraian proses dalam karangan ditandai oleh pemakaian kata hubung: lalu, kemudian, selanjutnya, dan sebagainya yang diikuti oleh pernyataan hasil. Secara gramatikal uraian proses ditandai dengan penggunaan pe--an pada nominal, verbal, dan ajdektiva, sedangkan uraian hasil ditandai dengan akhiran -an.

untuk mengunduh file klik disini

BAB I

MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI LAFAL, TEKANAN,  INTONASI, DAN JEDA YANG LAZIM/BAKU  DAN YANG TIDAK
RANGKUMAN

A. Tujuan Menyimak

     Menyimak adalah keterampilan mendengarkan sesuatu dengan sengaja untuk
     tujuan tertentu.

B. Pemahaman terhadap Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda

Lafal adalah cara seseorang atau sekelompok penutur bahasa mengucapkan bunyi-bunyi bahasa, secara umum fonem vokal dalam bahasa Indonesia dilafalkan menjadi delapan bunyi ujaran, walaupun penulisannya hanya lima. Delapan bunyi ujaran itu adalah (a, i, u, e, ə, ε, o, )
Tekanan adalah panjang-pendek, tinggi-rendah, atau keras lembutnya pengucapan.
Intonasi ialah tinggi rendahnya nada dalam pelafalan kalimat.
Jeda adalah penghentian atau kesenyapan yang secara tertulis
ditandai oleh spasi, garis miring (/), tanda koma (,), tanda titik koma
(;), tanda titik dua(:), tanda hubung (-), tanda pisah (–).

C. Ciri Bahasa Indonesia Baku

Ciri bahasa Indonesia baku adalah formal, dinamis, cendekia, memiliki kesamaan kaidah, dan pelafalan yang tidak mencerminkan kedaerahan atau asing.

untuk mengunduh file klik disini